Pasti Seru.... Merpati Balap Delta Cup 2026 Tingkat Jawa Timur Panperta Sidoarjo
Sidoarjo, 30 April 2026
Dinas Pangan Dan Pertanian Kabupaten Sidoarjo menggelar Piala Merpati Balap Delta Series Cup 2026, tingkat Jawa Timur. Acara seru berhadiah total 55 juta rupiah ini digelar di Dusun Pologunting, Gempolsari, Tanggulangin Sidoarjo. Acara juga didukung oleh Persatuan Penggemar Merpati Balap Sprint Indonesia (PPMBSI).
Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Sidoarjo gencar melakukan kegiatan yang mengangkat berbagai keunggulan hewan ini dalam program pemuliaan hewan Merpati Balap. Dengan kegiatan seperti ini pemuliaan galur genetik Hewan Merpati Balap bisa dilakukan dan dilestarikan.
Lokasi lomba Merpati Balap ini, digelar di pinggir tanggul Bencana Lapindo Sidoarjo, digelar mulai tanggal 1 Mei sampai 3 Mei 2026. Diperkirakan puluhan merpati balap akan adu kecepatan dalam tiga hari even ini.
Penasihat Pengda (Pengurus Daerah) PPMBSI, Kohar Tedjodihardjo, S.H. kepada Informatika News Line menyatakan bahwa peserta dari seluruh kota di Jawa Timur bukan hanya berjumlah puluhan, akan tetapi ada ratusan yang akan ikut dalam lomba.
"Besok (Tanggal 1 Mei) pada hari pertama lomba, ada lebih dari 800 burung merpati balap yang akan ikut bertanding dari seluruh Kota di Provinsi Jawa Timur, " kata Kohar.
Olah raga adu unggul balap Merpati ini, konon adalah olah raga yang sudah dijalankan sejak 3000 tahun yang lalu, pada masa Bapak para Nabi, Nabi Ibrahim a.s. Untuk memberikan pelajaran penting, bagaimana Tuhan menghidupkan kembali manusia pada hari berbangkit.
Bapak
para Nabi, Nabi Ibrahim, a.s., adalah Nabi besar, yang menurunkan bangsa Israel/Yahudi (cucu, cicit Nabi Ishaq,
a.s.) dan Keturunan Ismail, yang saat ini sedang berperang besar di
Timur Tengah
Allah memerintahkan kepada Nabi Ibrahim untuk menggunakan sejumlah Merpati yang sudah dilatih balap sprint oleh Nabi Ibrahim a.s..
Allah kemudian memerintahkan Nabi Ibrahim a.s. untuk menyembelih burung-burung Merpati yang sudah dilatih balap sprint tersebut, dan mencacah-cacah dagingnya, kemudian, membagi-bagi seluruh bagian tubuh Merpati itu di berbagai puncak bukit dan gunung. Kemudian Allah meminta Nabi Ibrahim a.s. untuk memanggil Merpati yang sebelumya telah dilatih sprint dan kemudian disembelin dan dicacah-cacah dagingnya itu.
Ajaibnya setelah dipanggil, tiba-tiba daging cacah burung Merpati yang terpisah-pisah tersebut, menjadi hidup kembali menjadi Merpati seperti sebelumya, dengan kemampuan sprint yang sama seperti saat masih belum disembelih oleh Nabi Ibrahim.
Ribuan burung Merpati juga banyak ditemukan di kota-kota besar dunia. Bahkan kiblat umat Islam, Ka'bah di Mekah, juga dipenuhi oleh ribuan burung Merpati.
Puluhan peserta dari seluruh kota dari Jawa Timur memenuhi lokasi perlombaan di Pologunting, Kamis (30/04) siang. Berduyun-duyung dengan menggunakan puluhan kendaraan dan mobil para peserta lomba ini memenuhi lapangan Balap Sprint Merpati di Pologunting, Gempolsari, Tanggulangin Sidoarjo.
Seorang peserta Asep, bahkan berangkat langsung dari Jakarta untuk mengikuti lomba sprint ini.
"Ya saya dari Jakarta, dan tiasa cecariosan Basa Sunda (bisa berbahasa Sunda), kan asli dari Jawa Barat...tapi ini merpati dari Jawa Timur..." kata Asep kepada Informatika News line.
"Namanya Asep apa Kasep ?"
" Asep anu Kasep....(Asep yang Tampan)..." kata Asep sambil tersenyum kepada Informatika News line.
"kenapa yang anggota teamnya Pak Asep yang ini, cengkok bahasanya kok cengkok Madura-an ? "
Asep tersenyum, sambil mengatakan bahwa di Balap Sprint Merpati ini memang hadir dari mana-mana asal orang yang hobby Balap Sprint Merpati.
Bukan hanya itu, salah satu peserta membawa atribut team LYN dari Medan.
"Lha ini team dari Medan ikut juga di ajang tingkat Provinsi Jawa Timur. ?"
"Ya ini LYN Medan, tapi Merpatinya dari Madura ini ...." kata salah satu anggota team LYN Medan.
Suroto yang ditemui oleh Informatika News Line di Kalidawir, Tanggulangin, menyatakan keseruan acara yang akan digelar mulai Jum'at 1 Mei itu.
" Salah satu yang akan tampil dalam ajang Merpati Balap ini pasti Merpati milik Kaji Tik.... Pasti merpatinya akan turun menyemarakkan lomba."
Menurut Suroto, Haji Tik adalah salah satu tokoh terkenal di Pologunting yang menguasai produksi rokok di daerah Tanggulangin Sidoarjo.
"Kaji Tik ini merpatinya tangguh tangguh...pasti Merpati beliau akan menjadi pemenangnya.." kata Suroto lebih lanjut.
Menurut Suroto, Haji Tik ini orangnya nyentrik, selain itu Haji Tik, terkenal mempesona banyak wanita, karena kekayaan dan wajahnya yang menarik.
"Haji Tik ini kemana-mana selalu tidak pernah memakai alas kaki,..." kata Suroto.
Biasanya mereka yang lulusan pondok pesantren dan mengikuti tradisi Sufi, menjalankan kebiasaan ini karena terinspirasi oleh Sufi abad pertengahan dari Baghdad. Sufi dari Bagdad, Bisyr bin al-Harits bin Abd al-Rahman bin ‘Atha Abu Nashr al-Marwazi al-Baghdadi (767-841) adalah sufi yang suka berjalan tanpa alas kaki.
Sufi Bisyr bin Al Harits, terkenal tidak pernah memakai alas kaki seumur hidupnya di Bagdad. Diriwayatkan bahwa tak pernah ada kuda atau keledai yang membuang kotoran di jalanan kota Baghdad, karena menghormati jalan sufi Bisyr bi Al Harits.
Kali ini kita semua tinggal melihat esok, Jum'at (01/05), bagaimana merpati Haji Tik, Bisri Al Harits dari Sidoarjo ini bisa menggondol piala Bupati pada even kali ini.
"Sssttt..... denger-denger dari panitia......Pak Bupati Subandi confirm, juga akan hadir.... "
TNTW



