Satelit Indonesia Di Orbit GSO 108 BT

Satelit Indonesia Di Orbit GSO 108 BT

 


 

 

3. Palapa B1    1983      108° BT     Perumtel     Challenger    Hughes      
                                
Peluncuran : 18 Juni 1983. Akhir operasi : 1990.
Wahana Peluncur : Challenger F2(STS-7). Pembuat : Hughes (HS-376)
Pemilik : Perumtel.
Orbit : 108 derajat BT.
Kapasitas : 24 transponder, cakupan Asean.
Status : Dijual pada PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) pada 1990.
Diluncurkan menggunakan pesawat ulang-alik. Chalengger

Palapa B-1

Pada tahun 1992 : PSN membeli Satelit Palapa B-1 dari PT Telkom. Satelit Palapa B1 menjadi Satelit komersial non Satelit Internasional Intelsat, pertama di Asia. Satelit Palapa B-1 yang diakuisisi dan dipindahkan oleh PSN (Pasifik Satelit Nusantara) pada tahun 1992 menempati slot orbit geostasioner di 134° BT

 

4.(25) (4).     Palapa B2     3 Februari 1984 8:00 EST gagal, diambil oleh Sattel Technologiest, diperbaiki dan diluncurkan kembali dengan nama Palapa B2R

 

5(4)(6). Palapa B2R  1990  108° BT     Perumtel     Delta Hughes                      

Peluncuran : 13/14 April 1990. Akhir operasi : 2000.
Pembuat : Hughes (HS-376). Wahana Peluncur : Delta 6925
Pemilik : Telkom.
Orbit : 108 derajat BT.
Kapasitas : 24 transponder.
Status : Hasil perbaikan B2, nantinya jasanya diganti Telkom-1.
Merupakan Palapa B2 yang diperbaiki oleh Sattel Technologies,

6(5)(11). Telkom-1    1999.    108° BT     Telkom    Ariane IV     Lockheed Martin       

Peluncuran : 12 Agustus 1999, 21:48 UTC. Akhir operasi : -2016, 25 Agustus 2017, Seharusnya 2020.

Pembuat : Lockheed Martin (A2100A). Wahana Peluncur : Ariane
Pemilik : Telkom.
Orbit : 108 derajat BT.
Telkom 1, Mengalami anomali dan kegagalan sistem sebelum berakhir tahun 2020

Sesuai dengan namanya satelit ini adalah milik PT. Telkom Indonesia yang dikembangkan oleh Lockheed Martin Commercial Space System (LMCSS). Satelit Telkom I ini dibuat untuk menggantikan Palapa B2R dengan menggunakan platform A2100A. Satelit ini dilengkapi dengan 24 transponder C-band dan 12 transponder extended C-band yang menunjang aplikasi telekomunikasi, termasuk di dalamnya lalu lintas digital kecepatan tinggi untuk VSAT. Satelit ini juga mampu menjangkau seluruh Indonesia, sebagian Asia Tenggara dan Australia Utara. 

 

Slot Orbit Kosong, Peluncuran Satelit Telkom 4 Dikebut

 

Satelit Telkom I diluncurkan pada tanggal 12 Agustus 1999 dengan menggunakan roket Ariane IV. Pada awalnya satelit ini digadang-gadang akan bertahan hingga tahun 2020. Namun kenyataannya pada tahun 2017 silam Satelit Telkom I mengalami anomali dan kegagalan sistem yang mengakibatkan siaran televisi, aktivitas perbankan dan VSAT menjadi terganggu

Telkom dinilai perlu memperluas kapasitas satelit karena potensi permintaan dari trunking seluler (permintaan Telkomsel saat itu sedang pesat) dan untuk VSAT internet. Terjadi gangguan pada 25 Agustus 2017 sehingga membuat publik tidak nyaman bertransaksi perbankan dan TV. Layanannya dialihkan ke Telkom-3S, Palapa-D, dan BRI Sat.


7 (6) (13). Telkom-2     2005      108° BT     Telkom       Ariane V    Orbital      


Peluncuran : 16 November 2005. Masih beroperasi. sampai 2020
Pembuat : Orbital Science Corp (Starbus 2). Wahana Peluncur : Ariane V
Pemilik : Telkom.
Orbit : 108 derajat BT.
Kapasitas : 24 transponder.
Diluncurkan dari dari Kourou,Guyana Perancis.

Satelit ini dimiliki oleh PT Telkom yang dibuat oleh Orbital Sciences dengan menggunakan platform Star-2. Satelit menggantikan satelit Palapa B4 yang dilengkapi dengan 24 transponder C-band dan memiliki masa aktif hingga 15 tahun. 

 

8(11)(7). Palapa B4     1992             118° BT     Telkom      

Delta II-7925         Hughes (HS-376)     
Peluncuran : 14 Mei 1992-7:40 WIB. Akhir operasi : 2005.
 

Satelit Telkom-2 diluncurkan pada tanggal 16 November 2005 di Kourou, Guyana Perancis  menggunakan roket Ariane V. Faktanya Satelit telkom-2 ini ternyata masih terus beroperasi sampai tahun 2021.  Habis masa operasinya pada 26 Desember 2020 dan berhasil dilakukan deorbit pada tanggal 31 Mei 2021 dengan ketinggian lebih dari 300 km di atas orbit Geosinkron. De orbit maksudnya melempar ke luar angkasa di atas Orbit Stabit GSO

Telkom-2 adalah satelit yang diluncurkan Telkom ke angkasa untuk menggantikan satelit Palapa B4. Satelit ini dibawa ke angkasa dengan menggunakan roket Ariane 5 dari Kourou di Guyana Perancis.

Telkom-2 memiliki umur operasi selama 15 tahun dan bernilai sekitar 170 juta dolar AS. Sekitar 70 persen kapasitas transponder Telkom-2 akan disewakan kepada pihak luar. Sementara itu 30 persen kapasitas yang akan digunakan sendiri oleh Telkom, satelit buatan Orbital Sciences Corporation ini diharapkan akan mendukung sistem komunikasi transmisi backbone yang meliputi layanan telekomunikasi sambungan langsung jarak jauh (SLJJ), sambungan langsung internasional (SLI), internet, dan jaringan komunikasi untuk kepentingan militer.

Satelit ini akan beredar di orbit 118° BT dengan kapasitas 24 transponder C-band dan berbobot 1.975 kg. Daya jangkaunya mencapai seluruh ASEAN, India dan Guam. Posisinya menggantikan Palapa-B4 dengan perluasan cakupan ke Guam dan India. Berfungsi menyediakan layanan TV, telepon, internet, di Indonesia, Asia Tenggara, dan Asia Selatan.

Ini dia satelit penerus Telkom 1 yang kemudian akan digantikan oleh satelit Telkom 3S yang baru saja diluncurkan Telkom Indonesia di Guyana Prancis. Telkom 2 diluncurkan pada 16 November 2005.

Telkom 2 dirakit oleh Orbital ATK Inc. dengan model GEOStar-2. Satelit ini membawa 24 C-Band transponder untuk menyediakan layanan TV, telepon dan Internet wilayah Indonesia, Asia Tenggara, dan Asia Selatan sekitar India.

Satelit kemudian diterbangkan menggunakan roket Ariane 5 ECA dengan Guiana Space Center sebagai lokasi peluncurannya. Telkom 2 mengorbit pada ketinggian 35.888 kilometer di atas Bumi, tepatnya di 118 bujur timur.

Telkom 2 yang memiliki bobot 1.930 kilogram diproyeksi dapat terus beroperasi selama 15 tahun sejak peluncuran. Itu berarti satelit masih memiliki kurang lebih 3 tahun lagi umur masa orbitnya.

Peluncuran penerus Telkom 1 ini sempat mengalami penundaan sebanyak dua kali.
 

 

9(7) (30). Telkom-4/ Satelit Merah Putih    2018     108° BT     Telkom             

Space System Loral.             Falcon 9, SpaceX.             

Peluncuran : 7 Agustus 2018-2034. Masih beroperasi sampai sekarang (2026)
Pembuat : Space System Loral. Wahana Peluncur : Falcon 9, SpaceX.
Pemilik : Telkom.
Orbit : 108 derajat BT.
Kapasitas : 60 transponder, terdiri dari 24 transponder C-Band dan 12 transponder Exetended C-Band.

Satelit dirancang oleh Space System Loral dari Amerika, dibuat untuk menggantikan Satelit Telkom-1. Satelit ini dibuat dengan platform SSL-1300 dan dilengkapi 60 transponder C-band dengan rincian 36 transponder disewakan untuk keperluan domestik dan 24 sisanya akan dipasarkan di India. 

Satelit ini didesain menggunakan teknologi broadband satelit yang mampu memancarkan akses dengan kapasitas dua kali lipat dari satelit pendahulunya.  Dengan memiliki masa aktif 15 tahun satelit ini akan menjangkau ASEAN dan India. Tujuan pembuatan satelit ini untuk menopang kemajuan industri nasional, melancarkan konektivitas di tanah air, serta mempermudah dan memperluas akses komunikasi di Indonesia. Satelit Merah Putih diluncurkan pada tanggal 7 Agustus 2018 dari SpaceX Cape Canaveral, Air Force Station, Florida, Amerika Serikat.

SATELIT Indonesia Di ORBIT 108° BT (1983) : 2034 : sampai tahun 2026 ini, masih beroperasi Satelit Telkom-4 atau Satelit Merah Putih (2026)  


 

Lebih baru Lebih lama