Menurut Presiden Jokowi, Ekonomi RI Akan Otomatis Tumbuh Jika Anggaran Pengadaan Barang Dan Jasa Dirasakan UMKM

 

Menurut Presiden Jokowi, Ekonomi RI Akan Otomatis Tumbuh Jika Anggaran Pengadaan Barang Dan Jasa Dirasakan UMKM

 

 



Jakarta, 25/03/2022 

Ekonomi Nasional akan otomatis tumbuh, jika UMKM merasakan Anggaran Pengadaan Barang dan Jasa yang dilakukan oleh pemerintah. Pernyataan Presiden Jokowi ini disampaikan dengan nuansa penuh kejengkelan.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meluapkan kejengkelanya ini, saat memberikan pengarahan kepada menteri, kepala lembaga, kepala daerah, dan BUMN tentang aksi afirmasi bangga buatan Indonesia, Jumat (25/3).

Bahkan saat di Bali, Jokowi sampai mengeluarkan kata bodoh hingga melarang peserta yang hadir tepuk tangan di sela-sela dirinya bicara. 

Presiden mengatakan bahwa realisasi pengadaan barang dan jasa dari dalam negeri (made in Indonesia) mencapai 214 triliun rupiah per hari ini, akhir Maret 2022. Angka ini setara dengan 14 persen dari total anggaran (APBN) yang sebesar 1.481 triliun rupiah. 

Presiden menjelaskan anggaran untuk pengadaan barang dan jasa begitu besar tahun 2022 ini. Rinciannya, anggaran pusat sebesar 526 triliun rupiah, daerah 535 triliun rupiah, dan badan usaha milik negara (BUMN) 420 triliun rupiah.

"Ini uang besar sekali, tidak pernah kita lihat (uang sebesar ini) dan ini kalau digunakan 40 persen saja (untuk pengadaan barang dan jasa dari dalam negeri), maka dapat mendorong pertumbuhan ekonomi," ujar Presiden.

Presiden mengatakan bahwa kementerian dan BUMN tak perlu repot-repot mencari investor untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Menurutnya, ekonomi RI akan otomatis tumbuh jika seluruh anggaran pengadaan barang dan jasa ikut dirasakan oleh pelaku UMKM.

"Tidak perlu cari investor, kita diam saja, tapi konsisten beli barang yang diproduksi pabrik-pabrik, industri-industri, UMKM-UMKM kita. Bodoh sekali kalau tidak lakukan ini," kata Presiden.

Presiden mengaku heran, karena sampai saat ini, masih terdapat kementerian atau BUMN yang membeli CCTV secara impor. Padahal, banyak perusahaan lokal yang mampu memproduksi barang tersebut.

"Apa-apaan ini, dipikir kita bukan negara yang maju ? Buat CCTV saja, harus beli impor," kata Presiden menegur keras.

Setelah itu, Presiden juga menyentil seragam hingga sepatu tentara dan polisi yang juga beli dari luar negeri. Belum lagi pulpen hingga buku tulis yang juga masih berasal dari luar negeri.

"Jangan ini diteruskan, setop. Kalau semua beli produk dalam negeri maka lompat ekonomi kita," kata Presiden serius

Bukan hanya CCTV dan alat tulis, Presiden juga menyoroti impor tempat tidur di rumah sakit dan alat kesehatan. Berkaitan dengan impor alat kesehatan dan tempat tidur rumah sakit ini, kegalauan Presiden langsung diarahkan kepada Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

"Alkes, Menteri Kesehatan, tempat tidur untuk rumah sakit, produksi saya lihat ada di Yogyakarta, Bekasi, Tangerang. (Tapi) masih impor, mau diteruskan? Mau saya umumkan kalau saya jengkel," kata Presiden, menyinggung aksi impor yang terus dilakukan, padahal tempat tidur untuk rumah sakit sudah bisa diproduksi di Yogyakarta, Bekasi dan Tangerang.

Kagalauan Presiden menjalar ke impor pada alat pertanian. Kegeraman Presiden terjadi saat menghadiri kegiatan menanam jagung di Atambua, Nusa Tenggara Timur (NTT) kemarin. Saat itu Presiden menemukan traktor yang sebenarnya tidak berteknologi tinggi akan tetapi tetap saja dibeli dari luar negeri.

"Alat mesin pertanian, traktor tak berteknologi tinggi saja impor, jengkel saya," kata Presiden lebih lanjut.

Karena keheranannya itu, Presiden sempat berpikir bahwa kementerian, lembaga, dan instansi pemerintah memang bodoh, karena tak mau memakai produk dalam negeri dan UMKM.

"Kadang-kadang saya mikir, ini kita ngerti tidak sih? Jangan-jangan kita tidak kerja detail sehingga tidak tahu barang yang dibeli itu barang impor," kata Presiden,

Saking jengkelnya, Presiden bahkan dua kali melarang peserta yang hadir di ruangan itu untuk tepuk tangan saat dirinya menyampaikan pengarahan.

Presiden bahkan sampai menunjuk kepala sendiri saking jengkelnya, karena tidak habis pikir melihat kementerian, lembaga, Pemda, dan BUMN banyak masih membeli barang impor.

"Uang-uang APBN, uang rakyat, uang kita sendiri kok dibelikan barang impor, itu kadang-kadang gimana toh? Aduh. Saya detilkan lagi, gregetan saya," ujar Presiden.

Berangkat dari itu, Presiden meminta Jaksa Agung ST Burhanuddin untuk mengawasi dengan ketat produk impor yang masuk ke Indonesia. Presiden mewanti-wanti, agar produk impor tersebut jangan sampai dicap merupakan produk buatan dalam negeri.

"Saya minta Jaksa Agung, jangan sampai ada barang-barang impor masuk ke sini dicap produk dalam negeri," kata Presiden serius.

Presiden menyebut produk impor diklaim sebagai produk buatan dalam negeri sering terlihat di platform jual-beli yang dilakukan oleh para aggregator.

Presiden meminta Menteri Perdagangan Muhammad Luthfi bersama Direktur Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Askolani, untuk mengikuti, mengawal, dan mengawasi produk-produk impor yang masuk ke Indonesia secara serius. (Vijay)


Lihat juga
https://www.cnnindonesia.com/nasional/20220325133846-32-776091/marah-jokowi-di-acara-bali-ucap-bodoh-hingga-larang-tepuk-tangan.



Lebih baru Lebih lama