Jusuf Rizal Ingatkan Bahaya Algoritma Perang Hibrida Di Indonesia

 

Jusuf Rizal Ingatkan Bahaya Algoritma Perang Hibrida Di Indonesia 

 


 

Jakarta, Informatika News Line

Penggiat anti korupsi dan jurnalis senior Jusuf Rizal, mengingatkan kondisi rawan yang sedang dihadapi oleh Bangsa Indonesia saat ini.

 

Baca Lebih Lengkap Di Informatika News Line
Lihat Link Lengkap Di Bawah Ini 

http://www.informatikanewsline.my.id/2025/12/pesan-akhir-tahun-2025-jusuf-rizal.html
 

Menurut Jusuf Rizal, ada algoritma adu domba Nasional, yang saat ini sedang diagendakan dijalankan di Indonesia. Algoritma itu dijalankan dengan sangat rapih dan terkesan sebagai sebuah kejadian yang berjalan alami, tanpa rekayasa tanpa disain. Padahal sebenarnya sudah didisain dengan rapi dengan tujuan menghancurkan Bangsa Indonesia.

Yusuf meminta agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan.

" Saat ini setidaknya terdapat trending postingan berbau adu domba antar Suku, Agama, Ras dan Golongan..." pesan khusus Jusuf Rizal yang diterima oleh Headline News Indonesia, dah juga beredar di media sosial.

Jusuf Rizal memerinci beberapa model aktivitas yang menjadi produk dari algoritma adu domba yang sengaja dijalankan tersebut.

Beberapa produk algoritma tersebut diantaranya adalah

1. Provokasi warga Aceh untuk merdeka
2. Upaya adu domba Suku Sunda dan Jawa
3. Upaya adu domba Suku Madura dan Jawa
4. Upaya adu domba Penduduk Asli Bali dengan Pendatang.

Masing masing topik yang didisain berdasarkan algoritma adu domba tersebut dikembangkan ke arah titik-titik geografis yang bertujuan melakukan brain washing memory masyarakat dengan tujuan yang jelas, menghancurkan konstelasi persatuan negara dan kestabilan politik, ekonomi.

Menurut Jusuf metode yang saat ini dijalankan di tengah-tengah masyarakat, adalah salah satu skenario yang biasa digunakan dalam perang hibrida modern, dengan tujuan utama  untuk melemahkan kekuatan dari dalam Indonesia sendiri

Jusuf Rizal tidak menyebutkan secara eksplisit, asal dari penyebar luas algoritma perang hibrida ini. Akan tetapi algoritma ini memiliki sasaran yang jelas.

Sasaran antara dari algoritma dalam perang hibrida modern ini adalah terciptanya chaos.

" Harapan nya adalah  terjadi Chaos, perebutan kekuasaan dan pelemahan Pemerintahan Indonesia...." Kata Jusuf mengingatkan.

"Metode perang hibrida seperti ini telah dilakukan di beberapa lokasi dunia, dan bahkan berhasil memporak porandakan negara negara di wilayah Timur Tengah....." Kata Jusuf Rizal lebih lanjut.

"Gesekan kecil bisa berujung kepada perang saudara tanpa henti, dan memudahkan militer asing melakukan penguasaan sumberdaya strategis dengan upaya minimum..."


Jusuf Rizal memberikan tips praktis yang mudah ditempuh oleh masyarakat dalam menghadapi strategi perang hybrida ini.

" Bagaimana cara merespon hal ini? " Kata Jusuf Rizal

" Yang pertama masyarakat agar tidak membagikan / meneruskan postingan yang negatif dengan narasi memecah belah persatuan..

"Yang kedua tidak terlibat dalam diskusi yang menggiring ke opini menuju perpecahan bangsa."

" Melakukan report / pelaporan postingan dengan dasar ujaran kebencian, serta tetap  tenang dan tidak menanggapi sebuah isu atau ide gagasan memecah belah tersebut secara berlebihan.."

"Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh..." Kata Jusuf Rizal menutup pesan strategis akhir tahun nya.

Relawan pendukung Prabowo yang juga ketua umum beberapa ormas Nasional ini, menurut pesan pentingnya tentang menjaga Ke Bhinneka Tunggal Ika, Tan Hana dharma mangrwa, yang selama ini bahkan selama berabad-abad berhasil menyelamatkan bangsa Indonesia, dari perpecahan dan kehancuran bangsa dan negara. (PDSJH)

 

 

 

Lebih baru Lebih lama