Dipo Pasar Ikan Sidoarjo, Dipo Harta Bernilai 1,5 Trilyun Per Tahun. Dalam 1 jam bisa terkumpul uang 1 Milyar Rupiah.

 

Dipo Pasar Ikan Sidoarjo, Dipo Harta Bernilai 1,5 Trilyun Per Tahun. Dalam 1 jam bisa terkumpul uang 1 Milyar Rupiah

 


 

Hidup di Sidoarjo dalam kondisi miskin ? Mungkin itu terjadi karena ada kesalahan perspektif saja. Karena tidak tahu ada banyak sumber-sumber penghidupan berlimpah ruah di kota Udang ini yang bisa bikin jadi tajir melintir. Bukan karena ada udang di balik batu, tapi memang benar-benar masyarakat udang, atau suku udang, atau bangsa udang ini, bisa membuat warganya berlimpah kaya raya. Bahkan tanpa harus larut dalam judol (judi on line), bisa kaya raya. Atau tanpa harus terjerat pinjol (pinjaman on line), atau bahkan tak perlu larut tenggelam dalam korupsi pun, orang Sidoarjo harusnya bisa kaya-raya

 

Sidoarjo, Pilar Berita Kota, 23/02/2025
Dipo Ikan Sidoarjo, letaknya ada di jalan lingkar timur Sidoarjo. Di sebelahnya ada sebuah gedung layanan publik MPP yang terkenal dalam pelayanan cepatnya kepada masyarakat Sidoarjo. Akan tetapi yang menarik bukan itu. Ada sebuah gedung agak ke arah Selatan yang terlihat sepi tak banyak kegiatan setiap hari menjelang pukul 11 siang.

" Wah di sini mulai ramai dari jam 11 malam, mas..." Kata Gatot Sugiharto yang menjadi kepala di lokasi itu, sejak tahun 2021.


" Setelah jam 10 pagi perlahan-lahan kegiatan di sini mulai berkurang dan menjadi sepi kembali mendekati dhuhur, " kata Gatot kepada Informatika News yang berkunjung pekan lalu di Dipo Pasar Ikan Sidoarjo.

Gedung-gedungnya tampak lusuh. Di kiri-kanan jalan pintu masuknya ada tergenang air, dan rumput ilalang yang tinggi. Bahkan terlihat ada rumput tumbuh di gerbang atas Dipo pasar Ikan Sidoarjo itu. Saat hujan tiba di dalam lokasi tampak becek. Bahkan menurut beberapa sumber Informatika News Line, jika hujan sedikit deras, maka lokasi dipo dipenuhi air banjir, tidak terlalu tinggi, tapi sandal dan sepatu akan tenggelam, hanya se-mata kaki. Di sebelah selatan ada kolam pancing ikan yang terlihat sepi saat Informatika News Line mendatangi lokasi.

Tapi lupakan semua kelusuhan yang ada di dalam Dipo Ikan Sidoarjo. Karena saat Dipo pasar ikan itu dibuka pada pukul 6 pagi tepat, tiba-tiba tempat yang sepi di pukul 12 an siang itu berubah menjadi lokasi yang dipenuhi sesak oleh ratusan orang bahkan ribuan. Berdesak-desak, bercampur dengan ratusan motor, bahkan mungkin ribuan, dan puluhan mobil yang berdesak-desak di area dengan luas mendekati 2 hektar itu (Luas Total area Depo 3,8 Hektar, sebagaian lokasi nya, disewa oleh pihak ketiga dan digunakan untuk kolam pemancingan ikan). 



 



Mereka yang biasa bangun siang setelah pukul 11 siang, pasti akan ketinggalan melihat momen ribuan manusia berdesak-desakan di Dipo Pasar Ikan itu, berebut membeli ikan dan dan sekaligus membeli ikan. Para petambak di sekitar Sidoarjo dan juga nelayan yang akan menjual hasil produksi ikannya, langsung bertemu dengan pembeli yang berasal dari sejumlah kota yang ada di Jawa Timur.

Yang lebih mengherankan bukan itu. Akan tetapi yang lebih menakjubkan adalah jumlah putaran uang yang ditransaksikan di Dipo Lusuh Pasar Ikan pinggir jalan Lingkar Timur Sidoarjo itu. Jumlahnya membuat orang menjadi melongo.

" Ya betul memang putaran uang dalam 1 hari mencapai 4 Milyar rupiah," kata Gatot Sugiharto menerangkan.

Mungkin tepatnya bukan dalam 1 hari, tapi dalam 4 jam se-hari, transaksi di Dipo Pasar ikan ini berhasil mengumpulkan 4 Milyar rupiah. Karena transaksi hanya terjadi dari pukul 6 pagi dan berakhir pukul 10. Artinya dalam 1 jam ada uang 1 Milyar yang terkumpul. Dan ini bukanlah angka fiksi yang ada di awang-awang. Bukan mimpi di siang bolong. Ribuan pedagang dan pembeli ikan di Dipo Ikan Sidoarjo, yang berebut ikan setiap hari itu, bisa mengumpulkan uang 1 Milyar dalam 1 jam. 

Ini adalah transaksi yang tercatat di dalam Depo Pasar Ikan. Lebih banyak lagi proses transaksi jual beli ikan yang dilakukan di luar lokasi DPI Sidoarjo.

Dalam 1 tahun, perputaran uang yang ada di DPI Ikan Sidoarjo mencapai 1,5 Trilyun rupiah. Nilai transaksi itu setara dengan 20 % jumlah APBD Kabupaten Sidoarjo dalam 1 tahun, atau bahkan lebih. Mungkin setara dengan 30 % atau 35 % dari APBD Kabupaten Sidoarjo.


Sampai saat ini, proses bisnis di DPI Pasar Ikan Sidoarjo dengan putaran 4 Milyar itu, hanya berlangsung selama 4 jam, mulai dari jam 6 pagi dan selesai pada jam 10 pagi. 

 


Jika proses manajemen bisnis dilakukan dengan tepat, transaksi pasar berkembang menjadi 24 jam sehari, atau 8 jam sehari saja. Maka dengan mudah akan didapatkan perhitungan putaran bisnis sebesar 3 Trilyun se tahun. 

Jika dimaksimalkan menjadi 24 jam full, maka akan ada 10 Trilyun rupiah putaran bisnis dalam 1 tahun. Bayangkan jika perhitungan kapasitas bisnis nya dinaikkan menjadi 2 Milyar per jam atau 10 Milyar 1 jam, maka akan ada 100 Trilyun putaran bisnis ikan yang akan didapatkan. 

Hal ini tentu tidak mengada-ada. Statistik ekspor produk perikanan awal tahun 2026 yang dilansir oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan menunjukkan angka eksport ratusan Trilyun rupiah. 

Menurut data Kementerian KKP, sepanjang Januari-Desember 2025 yang lalu, eksport produk perikanan Indonesia mencapai 105 trilyun rupiah lebih (6,27 milliar USD) di pasar global. Nilai eksport ini masih cukup rendah jika dibandingkan dengan penjualan produk ikan di dalam negeri yang bahkan pada awal tahun 2026 ini mencapai nilai lebih dari 335 Trilyun rupiah. 


 


Baca Juga :
 

Nilai Produk Perikanan Indonesia Tembus 450 triliun pada Awal Tahun 2026
 

Hearing DPI Pasar Ikan Sidoarjo : Komisi C Sarankan Revitalisasi Depo Pasar Ikan Sidoarjo

 

Pernyataan dari Gatot ini bersesuaian dengan pernyataan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo Anang Siwandoko yang pernah menyoroti potensi penjualan ikan yang di DPI Sidoarjo.

"...(Bagaimana) Depo Pasar Ikan ini menjadi pasar modern dan higienis. Tempat pelelangan ikan (ini) asumsi (nya) satu hari ada 40-50 ton (transaksi) ikan, perputaran uang (per harinya) sudah milliaran rupiah," kata Anang Siwandoko kepada pers pada saat melakukan kunjungan ke DPI Pasar Ikan Sidoarjo lebih dari 2 tahun yang lalu.

Dewi Alima Nostalia Suseno (dkk) dari Politeknik Kelautan Dan Perikanan Sidoarjo dalam penelitiannya yang dimuat dalam Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan (Vol.4.September 2025), menyatakan bahwa produksi Ikan Sidoarjo per tahun mencapai 2,4 Trilyun rupiah (2023). Artinya, secara sederhana bisa dilihat bahwa ada 62,5 % potensi bisnis produksi ikan Sidoarjo berhasil diserap oleh Depo Pasar Ikan Sidoarjo.

Putaran uang yang luar biasa di Dipo Ikan Sidoarjo ini mengejutkan. Sebanyak 1,5 Trilyun rupiah dihasilkan dari sebuah tempat yang lusuh dan tampak tidak terawat itu. Rapat Dengar Pendapat tentang DPI Sidoarjo yang dilakukan pada akhir Januari (30/1) yang lalu juga mengangkat betapa lusuh, bau, becek, dan kesan tidak terawatnya DPI Pasar Ikan Sidoarjo ini.

Menggelikan, namanya pasar pasti lusuh, bau, dan becek. Seharusnya yang lebih dipikirkan adalah bagaimana membuat obyek pasar dengan potensi yang besarnya lebih dari 25 % APBD Sidoarjo itu bisa dikembangkan dan diatur dimanajemeni agar bisa lebih berkembang lagi. Dengan kondisi yang seperti ini saja, pasar ini bisa memutar uang 1,5 Trilyun rupiah per tahun. Apalagi jika kemudian DPI Pasar Ikan ini dikembangkan dengan manajemen yang lebih baik (bukan dipindahkan). Pasar Ikan ini bukan tidak mungkin akan mencapai putaran puluhan bahkan ratusan Trilyun rupiah per tahun. Jika putaran ekonomi sebesar itu bisa tercapai, maka bayangkan bagaimana ekonomi Sidoarjo, Jawa Timur dan bahkan Nasional bisa berkembang lebih baik. Jangan dipindahkan, karena para pedagang tradisional dengan sistem penjualan bergaya borg, yang hanya ada satu-satunya yang ada di Jawa Timur, bahkan di Indonesia ini, bisa bubar, bila terburu-buru dipindahkan begitu saja.

Tanpa melakukan kajian yang berhati-hati, usul pemindahan DPI Pasar Ikan adalah upaya menyembelih dan membunuh putaran ekonomi raksasa yang saat ini sedang diam-diam diputar dengan nilai fantastis di DPI Pasar Ikan Sidoarjo (Diyono)

 

 

 

 

 

Lebih baru Lebih lama